Kakak
laki-laki
Dalai
Lama
dan
mantan
ketua
pemerintahan
Tibet
di
pengasingan
di
India,
Gyalo
Thondup,
yang
memimpin
beberapa
putaran
pembicaraan
dengan
China
dan
bekerja
dengan
negara-negara
lain
demi
perjuangan
Tibet,
tutup
usia.
Dia
berusia
97
tahun.
Menurut
beberapa
laporan
media,
Thondup
meninggal
di
rumahnya
di
Kalimpong,
sebuah
kota
perbukitan
di
kaki
bukit
Himalaya
di
negara
bagian
Benggala
Barat
bagian
timur,
pada
Sabtu
(8/2)
malam.
Tidak
ada
rincian
lain
tentang
kematiannya.
Media
Tibet
memuji
Thondup
karena
berjejaring
dengan
negara-negara
lain,
dan
memuji
perannya
dalam
memfasilitasi
dukungan
Amerika
atas
perjuangan
Tibet.
Dalai
Lama
memimpin
sesi
doa
untuk
Thondup
di
sebuah
biara
di
kota
Bylakuppe
di
negara
bagian
Karnataka,
India
selatan
pada
Minggu
(9/2)
di
mana
pemimpin
spiritual
tersebut
saat
ini
tinggal
selama
bulan-bulan
musim
dingin.
Ia
mendoakan
agar
Thondup
segera
terlahir
kembali,
sesuai
dengan
tradisi
Buddha,
dan
mengatakan,
“usahanya
terhadap
perjuangan
Tibet
sangat
besar
dan
kami
berterima
kasih
atas
kontribusinya.”
Thondup,
salah
satu
dari
enam
saudara
kandung
pemimpin
spiritual
Tibet
–
dan
satu-satunya
saudara
laki-laki
yang
tidak
dipersiapkan
untuk
kehidupan
beragama
–
menjadikan
India
sebagai
rumahnya
pada
1952
dan
membantu
mengembangkan
kontak
awal
dengan
pemerintah
India
dan
Amerika
untuk
mencari
dukungan
bagi
Tibet.
Menurut
laporan
Radio
Free
Asia
(RFA)
yang
didanai
Amerika,
pada
1957,
Thondup
membantu
merekrut
pejuang
Tibet
yang
dikirim
ke
kamp
pelatihan
AS
pada
tahun-tahun
berikutnya.
Menurut
RFA,
Thondup
terutama
menjalin
hubungan
dengan
pemerintah
India,
termasuk
dengan
Perdana
Menteri
Jawaharlal
Nehru,
ketika
Dalai
Lama
melarikan
diri
ke
India
pada
tahun
1959.
Ia
juga
memainkan
peran
penting
dalam
membangun
hubungan
para
pemimpin
Tibet
dengan
para
pejabat
Amerika.
Thondup
memulai
diskusi
antara
pemimpin
Tibet
dan
China
pada
1979,
yang
menyimpang
dari
pendekatan
sebelumnya,
yang
mengupayakan
perjuangan
bersenjata
melawan
kendali
China
atas
Tibet.
Pertemuan
itu
menjadi
dasar
bagi
serangkaian
negosiasi
formal
antara
utusan
resmi
Dalai
Lama
dan
kepemimpinan
China
yang
berlanjut
hingga
terhenti
pada
tahun
2010.
Dalam
sebuah
wawancara
dengan
siaran
RFA
pada
2003,
Thondup
mengatakan
baik
India
maupun
Amerika
tidak
akan
mampu
menyelesaikan
masalah
Tibet,
dan
kemajuan
hanya
dapat
dicapai
melalui
pembicaraan
tatap
muka
dengan
Beijing.
Thondup
menjabat
sebagai
ketua
pemerintahan
dalam
pengasingan
Tibet
yang
berbasis
di
kota
Dharamshala
di
lereng
bukit
utara
India
dari
tahun
1991
hingga
1993.
[em/ab]
