Langkah
pemerintah
China
untuk
membuka
penyelidikan
antimonopoli
terhadap
Google
merupakan
perkembangan
terbaru
dalam
hubungan
yang
panjang
dan
rumit
sejak
awal
tahun
2000-an.

Penyelidikan
tersebut
adalah
salah
satu
dari
serangkaian
tindakan
pembalasan
China
yang
diumumkan
pada
Selasa
(4/2)
sebagai
tanggapan
terhadap
pemberlakuan
tarif
10%
pada
impor
dari
negara
Tirai
Bambu
itu,
yang
diumumkan
Presiden
Donald
Trump
Sabtu
(1/2)
lalu.

Secara
terpisah,
China
juga
memberlakukan
tarif
terhadap
gas
alam
cair
dan
produk-produk
lain
yang
berasal
dari
Amerika
Serikat
serta
menempatkan
dua
perusahaan
AS
lainnya
dalam
daftar
entitas
yang
tidak
dapat
diandalkan
sehingga
berpotensi
menghalangi
mereka
menanamkan
investasi
di
China.


Perselisihan
antara
China
dan
Google

Google
meluncurkan
mesin
pencari
berbahasa
Mandarin,
google.cn
pada
tahun
2006.
Piranti
itu
disensor
untuk
mematuhi
aturan
hukum
China,
namun
pada
tahun
2009
menjadi
mesin
pencari
utama
di
China
dengan
pangsa
pasar
sekitar
36%.

Satu
tahun
kemudian,
sebagai
tanggapan
terhadap
serangan
siber
dan
meningkatnya
keengganan
untuk
mematuhi
aturan
sensor,
pada
tahun
2010
Google
mengatakan
pihaknya
tidak
lagi
bersedia
memblokir
hasil
pencarian
dan
menutup
mesin
pencarinya
di
China.
Google
juga
mengarahkan
pengguna
ke
situsnya
di
Hong
Kong.

Beijing
kemudian
memblokir
layanan
Google
di
bawah
sistem
sensor
Great
Firewall,
termasuk
layanan
email
Gmail,
browser
Chrome
dan
mesin
pencari,
sehingga
tidak
dapat
diakses
oleh
pengguna
di
daratan
China.

China
biasanya
memblokir
sebagian
besar
platform
internet
Barat,
seperti
Google,
serta
platform
media
sosial
termasuk
Facebook
dan
Instagram.


Apakah
Google
masih
beroperasi
di
China?

Meskipun
layanan
Google
tidak
dapat
diakses
di
China,
perusahaan
itu
masih
mempertahankan
kehadirannya
di
negara
berpenduduk
1,4
miliar
jiwa
itu,
terutama
berfokus
pada
penjualan
dan
rekayasa
untuk
bisnis
periklanannya.
Perusahaan
tersebut
juga
memiliki
karyawan
yang
mengerjakan
beberapa
layanan,
termasuk
Google
Cloud
dan
solusi
pelanggan.

Google
memiliki
kantor
di
Beijing,
Shanghai
dan
Shenzhen.

Lembaga
Administrasi
Negara
untuk
Regulasi
Pasar
China
pada
Selasa
(4/2)
mengatakan
pihaknya
sedang
menyelidiki
Google
atas
dugaan
melanggar
undang-undang
antimonopoli.
Meskipun
regulator
itu
tidak
memberikan
rincian
lebih
lanjut,
pengumuman
tersebut
muncul
beberapa
menit
setelah
berlakunya
tarif
baru
AS
pada
impor
barang
asal
China.


Apa
makna
penyelidikan
ini
bagi
Google?

Dengan
sedikitnya
rincian
mengenai
apa
sebenarnya
alasan
dibalik
investigasi
terhadap
Google,
dampak
penyelidikan
itu
terhadap
operasi
Google
masih
belum
jelas.
Meskipun
demikian
status
langsung
Google
kemungkinan
besar
tidak
akan
terpengaruh
oleh
penyelidikan
yang
dapat
memakan
waktu
berbulan-bulan
itu.

Google
belum
menanggapi
penyelidikan
tersebut.

Sebagian
pakar
percaya
penyelidikan
antimonopoli
itu
kemungkinan
akan
berpusat
pada
sistem
operasi
Android
Google
untuk
ponsel
pintar,
dan
digunakan
sebagai
alat
tawar-menawar
dalam
perang
dagang
AS-Tiongkok.

Pakar
antimonopoli
di
University
of
International
Business
and
Economics,
John
Gong,
mengatakan
pembuat
ponsel
pintar
China
telah
lama
mengeluhkan
praktik
pasar
Google.

Hampir
semua
merek,
kecuali
Apple
dan
Huawei,
harus
membayar
biaya
lisensi
kepada
Google
untuk
menggunakan
sistem
Android
di
perangkat
mereka.

“Sekarang,
saat
ini,
Google
berada
dalam
kondisi
yang
sangat
sulit.
Tapi
menurut
saya
ini
masih
penyelidikan,
kan?
Ini
belum
mencapai
keputusan,”
kata
Gong,
seraya
menambahkan,
“Saya
kira
ini
masih
bisa
dinegosiasikan.”

Huawei
mengembangkan
sistem
operasi
HarmonyOS-nya
sendiri
setelah
pada
tahun
2019
dimasukkan
ke
dalam
daftar
entitas,
individu,
perusahaan,
dan
organisasi
asing
yang
dianggap
menimbulkan
masalah
keamanan
nasional
di
Amerika
Serikat.
Hal
tersebut
membuat
Huawei
tidak
dapat
berbisnis
dengan
perusahaan-perusahaan
di
AS,
termasuk
Google.

Google
telah
dituduh
melanggar
undang-undang
antimonopoli
di
beberapa
negara
lain,
termasuk
di
Uni
Eropa,
Korea
Selatan,
Rusia,
India
dan
Turki,
karena
diduga
menyalahgunakan
dominasi
pasarnya.

[em/uh]

Source