Inisiatif
“Mission
300”
yang
diluncurkan
oleh
Bank
Dunia
dan
Bank
Pembangunan
Afrika
pada
bulan
April,
diproyeksikan
akan
menelan
biaya
sebesar
US$90
miliar.
Implementasinya
menghadapi
tantangan
karena
ekonomi
negara-negara
di
kawasan
ini
sangat
terbatas,
terutama
karena
pendapatan
yang
lesu
dan
biaya
pembayaran
utang
yang
tinggi.

Presiden
Zambia
Hakainde
Hichilema
dalam
sebuah
pertemuan
energi
Afrika
di
Tanzania
mengatakan
“neraca
keuangan
nasional
kami
tidak
mencukupi

untuk
mencapai
tujuan-tujuan
Misi-300.”

Pendanaan
untuk
proyek
ini
diharapkan
berasal
dari
bank-bank
pembangunan
multilateral,
badan-badan
pembangunan,
bisnis
swasta
dan
organisasi
filantropi
seperti
Rockefeller
Foundation,
yang
merupakan
bagian
dari
inisiatif
ini.

Ketua
Islamic
Development
Bank,
Muhammad
al
Jasser,
mengatakan
pihaknya
berkomitmen
untuk
memberikan
US$2,65
milyar
bagi
pembiayaan
proyek
tersebut,
dan
US$2
milyar
lainnya
untuk
mengasuransikan
proyek-proyek
pembangkit
tenaga
listrik
di
Afrika.

AIIB
yang
berkantor
di
Beijing
akan
menyediakan
antara
US$1
hingga
US$1,5
miliar
dalam
bentuk
pendanaan.
Presiden
AIIB
Jin
Liqun
mengatakan
“600
juta
orang
di
Afrika
tanpa
akses
listrik
merupakan
sesuatu
yang
tidak
dapat
ditolerir.”

Akinwumi Adesina, Presiden Grup Bank Pembangunan Afrika, menyapa Presiden Bank Dunia Ajay Banga saat menghadiri KTT Energi Afrika di Dar es Salaam, Tanzania, 28 Januari 2025. (Emmanuel Herman/REUTERS)

Akinwumi
Adesina,
Presiden
Grup
Bank
Pembangunan
Afrika,
menyapa
Presiden
Bank
Dunia
Ajay
Banga
saat
menghadiri
KTT
Energi
Afrika
di
Dar
es
Salaam,
Tanzania,
28
Januari
2025.
(Emmanuel
Herman/REUTERS)

Pihak
lain
yang
akan
mendanai
proyek
ini
adalah
Badan
Pembangunan
Prancis
(AFD),
yang
berkomitmen
menyediakan
dana
sebesar
US$1,04
miliar.
Juga
Dana
OPEC
Untuk
Pembangunan
Internasional,
yang
sejauh
ini
telah
memberi
komitmen
awal
US$1
miliar.

Pendanaan
tambahan
ini
dibangun
berdasarkan
komitmen
Bank
Dunia
dan
AfDB
sebesar
US$48
miliar.
Kontribusi
kedua
organisasi
itu
dapat
ditingkatkan
selama
pelaksanaan
proyek
pembangunan
jaringan
listrik
itu,
kata
para
pejabat
di
KTT
tersebut.

Presiden
Bank
Dunia
Ajay
Banga
mengatakan
penyediaan
akses
listrik
bagi
300
juta
warga
Afrika,
atau
berarti
separuh
dari
jumlah
penduduk
di
benua
itu
yang
masih
belum
memiliki
listrik,
merupakan
landasan
penting
untuk
mengejar
Pembangunan
di
Afrika,
terutama
lewat
penciptaan
lapangan
kerja
baru.

Separuh
dari
sambungan
baru
yang
ditargetkan
itu
akan
mendapatkan
listrik
dari
jaringan
listrik
nasional
yang
ada,
sementara
separuh
lainnya
dari
sumber
energi
terbarukan

termasuk
jaringan
listrik
tenaga
angin
dan
surya.

Presiden
Tanzania
Samia
Suluhu
Hassan
mengatakan
selain
menerangi
rumah
dan
tempat
usaha,
Mission
300
diharapkan
dapat
meningkatkan
penyediaan
energi
untuk
memasak
yang
ramah
lingkungan,
mengurangi
ketergantungan
pada
kayu
dan
arang
yang
berbahaya.

[em/lt]

Source