
Davos,
Swiss
—
Presiden
Forum
Ekonomi
Dunia
(World
Economic
Forum/WEF)
Borge
Brende
mendesak
para
pemimpin
politik
dan
bisnis
untuk
bekerja
sama
meskipun
ada
perbedaan.
Ini
untuk
memenuhi “prioritas
kritis,”
ujar
Brende
dalam
sambutan
penutupnya
pada
Jumat
lalu
(24/1).
“Mendorong
pertumbuhan
ekonomi,
mengurangi
emisi
karbon,
menemukan
cara
untuk
mengakhiri
konflik
–
semua
tidak
bisa
ditunda.
Dan
satu-satunya
cara
untuk
maju
dalam
isu-isu
ini
adalah
dengan
bekerja
sama,”
kata
Brende
pada
sesi
penutupan
WEF
tahun
ini
yang
diadakan
di
resor
ski
Swiss,
Davos.
Dalam
lima
hari
pertemuan
dan
sesi
panel,
perang
di
Ukraina,
krisis
Timur
Tengah,
AI,
dan
krisis
iklim
telah
dibahas.
Dan
yang
paling
penting
dalam
pertemuan
tersebut
adalah
hari-hari
pertama
masa
jabatan
Presiden
AS
Donald
Trump,
yang
berpidato
secara
virtual
pada
Kamis
(23/1).
Dalam
debat
panel
yang
membahas
prospek
ekonomi
global,
CEO
BlackRock
Larry
Fink
pada
pertemuan
tahunan
tersebut
mengatakan
bahwa
terlalu
banyak
pesimisme
di
seputar
Eropa.
“Mungkin
sudah
saatnya
untuk
berinvestasi
kembali
di
Eropa,”
ujar
Fink.
Hasil
survei
yang
dirilis
pada
Jumat
menunjukkan,
bisnis
zona
Euro
mengawali
tahun
baru
dengan
sedikit
peningkatan
karena
aktivitas
jasa
yang
stabil
pada
Januari,
dan
meredanya
penurunan
manufaktur
yang
telah
berlangsung
lama.
Pada
panel
yang
sama,
Direktur
Pelaksana
Dana
Moneter
Internasional
(International
Monetary
Fund/IMF)
Kristalina
Georgieva
dan
Presiden
Bank
Sentral
Eropa
(European
Central
Bank/ECB)
Christine
Lagarde
sepakat
bahwa
Eropa
perlu
memobilisasi
modal
dengan
lebih
baik
untuk
meningkatkan
ekonominya.
Berbicara
tentang
prospek
inflasi
AS,
Fink
mengatakan
bahwa
ia
tidak
terlalu
khawatir.
Karena,
kata
Fink,
kurva
imbal
hasil
Departemen
Keuangan
AS
mencerminkan
ekspektasi
inflasi
yang
lebih
tinggi
dan
juga
defisit
fiskal.
Patokan
imbal
hasil
dari
Departemen
Keuangan
AS
untuk
10
tahun,
yang
diperdagangkan
pada
4,64%
telah
naik
dari
posisi
terendah
sekitar
3,60%
pada
September. “Saya
bisa
melihat
skenario
di
mana
kita
melihat
5,5%
untuk
imbal
hasil
10
tahun,”
kata
Fink.[ka/ab]