Paus
Fransiskus
memperingatkan
“momok
antisemitisme”
dalam
Doa
Angelus
pada
Minggu
(26/1),
menjelang
Hari
Peringatan
Holocaust
Internasional.
Ia
menekankan
bahwa
peringatan
tahun
ini
juga
menandai
80
tahun
sejak
pembebasan
kamp
konsentrasi
Auschwitz.

“Horor
pemusnahan
jutaan
orang
Yahudi
dan
penganut
agama
lain
pada
masa
itu
tidak
boleh
dilupakan
atau
diingkari,”
sebut
Paus,
seraya
menyebutkan
contoh
penyair
kelahiran
Hongaria,
Edith
Bruck,
yang
kini
tinggal
di
Roma.

Ia
juga
menyoroti
bahwa
banyak
umat
Kristiani
yang
turut
menjadi
korban
di
kamp-kamp
konsentrasi
Nazi,
“di
mana
sejumlah
besar
di
antara
mereka
adalah
martir.”

“Saya
kembali
menyerukan
agar
semua
pihak
bersatu
untuk
menghapus
momok
antisemitisme,
termasuk
segala
bentuk
diskriminasi
dan
penganiayaan
agama,”
kata
Paus
Fransiskus.

Janina Iwanska, 94, penyintas Auschwitz, memegang foto perjalanan ke Polandia dalam sesi foto Reuters menjelang 80 tahun pembebasan Auschwitz, di Warsawa, 7 Januari 2025. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel)

Janina
Iwanska,
94,
penyintas
Auschwitz,
memegang
foto
perjalanan
ke
Polandia
dalam
sesi
foto
Reuters
menjelang
80
tahun
pembebasan
Auschwitz,
di
Warsawa,
7
Januari
2025.
(Foto:
REUTERS/Kacper
Pempel)

“Bersama-sama,
mari
kita
bangun
dunia
yang
lebih
bersaudara
dan
lebih
adil,
serta
mendidik
kaum
muda
agar
memiliki
hati
terbuka
bagi
semua
orang,
dalam
semangat
persaudaraan,
pengampunan,
dan
perdamaian,”
tambahnya.

Paus
juga
menyerukan
diakhirinya
perang
saudara
di
Sudan,
yang
pecah
pada
April
2023.
Ia
menegaskan
konflik
tersebut
menyebabkan
“krisis
kemanusiaan
paling
serius
di
dunia,
dengan
dampak
dramatis
hingga
ke
Sudan
Selatan.”

Selain
itu,
Paus
menyatakan
keprihatinan
terhadap
situasi
di
wilayah
Catatumbo,
Kolombia,
di
mana
banyak
warga
sipil
menjadi
korban
akibat
bentrokan
antar
kelompok
bersenjata.
Konflik
tersebut
memaksa
lebih
dari
30.000
orang
meninggalkan
rumah
mereka.

[th/ab]

Source