Gedung
Putih
pada
Selasa
(7/1)
meluncurkan
label
baru
bagi
termostat
pintar,
monitor
bayi,
lampu
yang
dikendalikan
melalui
aplikasi,
dan
perangkat
rumah
tangga
lain
yang
terhubung
ke
internet
atau
yang
dikenal
dengan
istilah

Internet-of-things
.

Label
ini
memungkinkan
konsumen
menilai
tingkat
keamanan
dunia
maya
(cybersafety)
yang
dimiliki
oleh
produk-produk
tersebut—yang
semakin
populer
di
pasaran.

Cyber
Trust
Mark—logo
berbentuk
perisai
dengan
detail
menyerupai
mikrocip—dirancang
untuk
memberikan
cara
cepat
dan
mudah
bagi
konsumen
di
Amerika
Serikat
dalam
menilai
keamanan
siber
suatu
perangkat
pintar,
mirip
dengan
label
Departemen
Pertanian
AS
(USDA)
pada
makanan
atau
peringkat
Energy
Star
pada
peralatan
rumah
tangga.

Perusahaan
yang
ingin
produknya
mendapatkan
label
tersebut
harus
memenuhi
kriteria
keamanan
siber
dari
Institut
Standar
dan
Teknologi
Nasional
(NIST)
melalui
pengujian
kesesuaian
di
laboratorium
terakreditasi.

Dewasa
ini
semakin
banyak
perangkat
sehari-hari
yang
tersambung
ke
internet—mulai
dari
pintu
garasi,
pelacak
kebugaran,
kamera
keamanan,
perangkat
yang
diaktifkan
lewat
suara,
hingga
oven
dan
tempat
sampah.
Meski
menawarkan
kemudahan,
hal
tersebut
memunculkan
beragam
risiko
baru.

“Setiap
perangkat
ini
ibarat
pintu
digital
yang
ingin
dibobol
oleh
para
peretas
siber,”
ujar
Wakil
Penasihat
Keamanan
Nasional
AS
bidang
Siber,
Anne
Neuberger,
kepada
wartawan
dalam
sebuah
telekonferensi.

Cyber
Trust
Mark
bersifat
sukarela.
Namun,
Neuberger
berharap
“konsumen
akan
mulai
meminta
label
ini
dengan
mengatakan,
‘Saya
tidak
mau
memasang
kamera,
monitor
bayi,
atau
perangkat
lain
yang
berisiko
terhadap
privasi
saya.’”

Neuberger
menambahkan,
pemerintah
akan
memulai
program
ini
dengan
perangkat
konsumen
seperti
kamera
sebelum
merambah
ke

router

rumah
maupun
kantor,
serta
meteran
pintar.
Ia
memperkirakan
produk-produk
berlabel
ini
akan
mulai
muncul
di
toko-toko
tahun
ini.

Gedung
Putih
juga
berencana
mengeluarkan
perintah
eksekutif
pada
hari-hari
terakhir
pemerintahan
Presiden
Joe
Biden
yang
membatasi
pemerintah
AS
untuk
hanya
membeli
produk
dengan
Cyber
Trust
Mark
mulai
2027.
Program
ini,
kata
Neuberger,
mendapat
dukungan
lintas
partai.

[th/uh]

Source