Presiden
Austria
Alexander
Van
der
Bellen
pada
hari
Minggu
(5/1)
mengumumkan
akan
bertemu
dengan
politisi
sayap
kanan
Herbert
Kickl
pada
hari
Senin
(6/1)
seiring
dengan
meluasnya
spekulasi
bahwa
ia
akan
meminta
pemimpin
Partai
Kebebasan
untuk
membentuk
sebuah
pemerintahan.

“Beberapa
jam
terakhir
ini
saya
telah
berbicara
dengan
sejumlah
pemimpin
politik.
Diskusi-diskusi
ini
telah
menunjukkan
bahwa
suara-suara
di
dalam
Partai
Rakyat
yang
mengesampingkan
kerja
sama
dengan
Partai
Kebebasan
di
bawah
kepemimpinan
Herbert
Kickl,
telah
menjadi
lebih
tenang.
Ini
berarti
terbuka
sebuah
jalan
baru
yang
sebelumnya
tidak
ada.
Oleh
karena
itu
saya
telah
menelpon
pemimpin
Partai
Kebebasan
Herbert
Kickl
dan
sepakat
untuk
bertemu
di
Hofburg
pada
hari
Senin,
pukul
11
siang,
untuk
membahasi
situasi
baru
ini.”

Van
der
Bellen
menyampaikan
pernyataan
itu
ketika
Partai
Rakyat
Austria
mencalonkan
Sekretaris
Jenderal
Christian
Stocker
sebagai
pemimpin
sementara
negara
itu,
setelah
Kanselir
Karl
Nehammer
mengumumkan
niatnya
untuk
mengundurkan
diri.

Nehammer,
yang
mengumumkan
pengunduran
dirinya
pada
hari
Sabtu
lalu
(4/1),
telah
memimpin
pembicaraan
tiga
partai
dan
kemudian
dengan
dua
partai
untuk
membentuk
koalisi
sentris
yang
dapat
berfungsi
sebagai
benteng
melawan
Partai
Kebebasan,
setelah
partai
euroskeptik
yang
ramah
terhadap
Rusia
itu
unggul
dalam
pemilihan
parlemen
bulan
September
lalu.

Van
der
Bellen,
yang
merupakan
mantan
pemimpin
Partai
Hijau
sayap
kiri,
telah
menyuarakan
keberatannya
tentang
Kickl
menjadi
kanselir.
Hal
ini
menimbulkan
kemarahan
FPO
dengan
tidak
memintanya
untuk
membentuk
pemerintahan
setelah
pemilihan,
dengan
alasan
tidak
ada
partai
lain
yang
bersedia
untuk
bergabung
dengannya
dalam
sebuah
koalisi.

Meskipun
mengatakan
bahwa
situasi
saat
ini
telah
berubah,
Van
der
Bellen
tidak
meminta
Kickl
untuk
memimpin
pembicaraan
koalisi.

[em/jm]

Source