Menteri
Luar
Negeri
Amerika
Serikat
Antony
Blinken
mengemukakan
dalam
sebuah
pernyataan
bahwa
bantuan
itu
mencakup
amunisi
pertahanan
udara,
amunisi
kontradrone,
amunisi
untuk
Sistem
Roket
Artileri
Mobilitas
Tinggi
(High
Mobility
Artillery
Rocket
System),
senjata
antitank
dan
amunisi
artileri.

Presiden
Biden
mengatakan
bantuan
tersebut
“akan
memberi
Ukraina
gelombang
kemampuan
segera
yang
terus
digunakannya
agar
berdampak
besar
di
medan
tempur
dan
pasokan
jangka
panjang
pertahanan
udara,
artileri,
dan
sistem
persenjataan
penting
lainnya.”

Paket
ini
diberikan
tiga
pekan
sebelum
Presiden
terpilih
Donald
Trump
mulai
menjabat.
Trump
telah
mempertanyakan
banyaknya
bantuan
Amerika
Serikat
untuk
Ukraina,
sehingga
menimbulkan
kekhawatiran
di
kalangan
pemimpin
Ukraina
bahwa
dukungan
Amerika
Serikat
pada
masa
mendatang
mungkin
terancam.

Sementara
itu
militer
Ukraina,
Senin
(30/12)
mengatakan
telah
menembak
jatuh
21
drone
yang
digunakan
pasukan
Rusia
dalam
serangan
pada
malam
sebelumnya
yang
menargetkan
banyak
daerah
di
bagian
utara
dan
timur
Ukraina.

Angkatan
Udara
Ukraina
mengatakan
Rusia
meluncurkan
43
drone,
dan
bahwa
pertahanan
udaranya
menembak
jatuh
drone-drone
di
wilayah
Chernihiv,
Dnipropetrovsk,
Donetsk,
Kharkiv,
Odesa
dan
Poltava.

Gubernur
Odesa
Oleh
Kiper
mengatakan
di
aplikasi
Telegram
bahwa
puing-puing
drone
yang
berjatuhan
telah
merusak
lima
bangunan
tempat
tinggal
tetapi
tidak
melukai
siapa
pun.

Gubernur
Kharkiv
Oleh
Syniehubov
melaporkan
kebakaran
sebuah
bangunan
yang
disebabkan
oleh
serangan
drone,
serta
serangan
drone
di
dekat
jalan
raya.
Ia
menambahkan
tidak
ada
korban
di
wilayahnya.

Kementerian
pertahanan
Rusia,
Senin
(30/12)
mengatakan
telah
mencegat
sebuah
drone
di
wilayah
Belgorod
yang
terletak
di
perbatasan
Rusia-Ukraina.

Para
pejabat
regional
di
Kursk
juga
mengatakan
pertahanan
udara
Rusia
menembak
jatuh
rudal
Ukraina
pada
Senin
pagi.

[uh/ab]

Source