
Kepala
bantuan
kemanusiaan
PBB
Tom
Fletcher
Selasa
mengatakan
ia
telah
melakukan
“diskusi
konstruktif”
dengan
pemimpin
pemberontak
Ahmed
al-Sharaa,
dan
bahwa
PBB
punya
“landasan
bagi
peningkatan
yang
ambisius
dalam
bantuan
kemanusiaan
yang
penting.”
Sekjen
PBB
Antonio
Guterres
mengemukakan
dalam
sebuah
pernyataan
bahwa
ia
menyambut
baik
komitmen
dari
pemerintah
sementara
yang
dipimpin
Mohammed
Bashir,
perdana
menteri
sementara
Suriah,
untuk
melindungi
para
pekerja
kemanusiaan,
memberi
akses
kemanusiaan
melalui
seluruh
pos
penyeberangan
perbatasan,
dan
untuk
mempercepat
pemberian
izin
dan
visa
bagi
para
pekerja
kemanusiaan.
“Sementara
rakyat
Suriah
meraih
kesempatan
untuk
membangun
masa
depan
yang
lebih
baik,
masyarakat
internasional
harus
mendukung
mereka,”
kata
Guterres.
Utusan
khusus
Prancis
untuk
Suriah
Jean-Francois
Guillaume
mengatakan
dalam
lawatannya
ke
Suriah,
Selasa,
bahwa
Prancis
“bersiap
untuk
bersama
dengan
rakyat
Suriah”
selama
periode
transisi
mereka.
Guillaume
termasuk
di
antara
sejumlah
utusan
terkini
yang
mengunjungi
Suriah
untuk
melakukan
pembicaraan
dengan
mereka
yang
memimpin
transisi.
Kementerian
Luar
Negeri
Jerman,
Selasa
(17/12)
mengatakan
para
diplomatnya
akan
mengadakan
pembicaraan
pertama
mereka
dengan
para
pemimpin
pemberontak
di
Damaskus.
Kepala
kebijakan
luar
negeri
Uni
Eropa
Kaja
Kallas
mengatakan
blok
itu
telah
meningkatkan
bantuan
kemanusiaannya
untuk
Suriah,
dan
bahwa
pihaknya
harus
melihat
bagaimana
blok
itu
dapat
mendukung
‘aspirasi
demokrasi’
Suriah.”
“Assad
telah
membuktikan
berkali-kali
bahwa
tidak
akan
pernah
ada
Suriah
yang
damai,
bersatu
dan
stabil,
begitu
pula
stabilitas
regional,
di
bawah
pemerintahannya,”
kata
Kallas.
Ia
menyebut
“momen
kesempatan
yang
bersejarah,”
dengan
mengatakan
bahwa
ini
adalah
“momen
penting
bagi
Suriah
dan
bagi
masyarakat
internasional.”
[uh/jm]