Kepala
Liga
Arab
membahas
perkembangan
di
Yaman
dan
serangkaian
serangan
terhadap
kapal-kapal
di
Laut
Merah
dengan
utusan
khusus
Perserikatan
Bangsa-Bangsa
(PBB)
untuk
negara
termiskin
di
dunia
Arab
tersebut.

Sekretaris
Jenderal
Liga
Arab
Ahmed
Aboul
Gheit
dan
Hans
Grundberg
bertemu
di
Kairo,
dan
mendiskusikan
perkembangan
di
wilayah
tersebut
seiring
dengan
konflik
rumit
yang
melanda
Timur
Tengah.

Pemberontak
Houthi
yang
didukung
Iran
di
Yaman
dengan
cepat
menunjukkan
bahwa
mereka
adalah
pemain
penting
dalam
konflik
di
wilayah
tersebut.

Menurut
sebuah
pernyataan
yang
dikeluarkan
oleh
kantor
Grundberg,
utusan
khusus
tersebut
menyatakan
keprihatinannya
bahwa
perkembangan
di
wilayah
tersebut
bisa
menghambat
prospek
perdamaian
di
Yaman.

Ia
pekan
lalu
mengatakan
Yaman
berisiko
terjerumus
lebih
jauh
ke
dalam
konflik
militer
yang
meningkat
di
Timur
Tengah
dan
bisa
menjadi
tidak
terkendali.

FILE - Hans Grundberg, perwakilan khusus PBB untuk Yaman, dalam wawancara dengan The Associated Press di Kairo, Mesir, 28 Agustus 2023. (Amr Nabil/AP)

FILE

Hans
Grundberg,
perwakilan
khusus
PBB
untuk
Yaman,
dalam
wawancara
dengan
The
Associated
Press
di
Kairo,
Mesir,
28
Agustus
2023.
(Amr
Nabil/AP)

Grundberg
kepada
Dewan
Keamanan
PBB,
sebelumnya
mengatakan
bahwa
sangat
disayangkan
Yaman
menjadi
bagian
dari
eskalasi
tersebut
dan
memperingatkan
bahwa
serangan
berulang
kali
terhadap
pelayaran
internasional
oleh
pemberontak
Houthi
“secara
signifikan
telah
meningkatkan
risiko
bencana
lingkungan”
di
Laut
Merah.

Laut
Merah
telah
menjadi
medan
perang
bagi
para
pengirim
barang
sejak
Houthi
memulai
serangannya
terhadap
kapal-kapal
yang
melintasi
jalur
perairan
tersebut,
yang
pernah
menjadi
jalur
lalu
lintas
kargo
senilai
$1
triliun
per
tahun.

Grundberg,
menurut
pernyataan
dari
kantornya,
pada
hari
Selasa
menggambarkan
serangan
di
Laut
Merah
selama
setahun
terakhir
sebagai
ancaman
terhadap
stabilitas
kawasan.

Militer
AS
melepaskan
pesawat
pengebom
siluman
B-2
untuk
menargetkan
bunker-bunker
bawah
tanah
yang
digunakan
oleh
pemberontak
Houthi
di
Yaman
pada
hari
Kamis
lalu.

Hal
ini
menandai
eskalasi
besar
dalam
respon
Amerika
terhadap
serangan-serangan
pemberontak
terhadap
jalur-jalur
pelayaran
Timur
Tengah
yang
tampaknya
juga
merupakan
sebuah
peringatan
bagi
Iran.

Yaman
telah
dilanda
perang
saudara
sejak
tahun
2014,
ketika
Houthi
merebut
sebagian
besar
wilayah
utara
Yaman
dan
memaksa
pemerintah
yang
diakui
secara
internasional
untuk
mengungsi
dari
Sanaa.

Sebuah
koalisi
yang
dipimpin
oleh
Arab
Saudi
melakukan
intervensi
pada
tahun
berikutnya
untuk
mendukung
pasukan
pemerintah.

[my/ab]

Source