
China
telah
mengerahkan
125
pesawat
terbang,
serta
kapal
induk
Liaoning
dan
kapal-kapal
lautnya,
dalam
latihan
militer
berskala
besar
di
sekitar
Taiwan
dan
pulau-pulau
terpencil,
Senin
(14/10).
Latihan
tersebut
memeragakan
penutupan
pelabuhan-pelabuhan
utama
dalam
sebuah
langkah
yang
menekankan
ketegangan
situasi
di
Selat
Taiwan,
demikian
ungkap
para
pejabat.
China
menegaskan
bahwa
hal
ini
dilakukan
untuk
menghukum
presiden
Taiwan
karena
menolak
klaim
kedaulatan
Beijing
atas
pulau
berpemerintahan
sendiri
itu.
Latihan
tersebut
dilakukan
empat
hari
setelah
Taiwan
merayakan
berdirinya
pemerintahannya
pada
Hari
Nasionalnya,
ketika
Presiden
Taiwan
Lai
Ching-te
dalam
sebuah
pidato
mengatakan
bahwa
China
tidak
berhak
untuk
mewakili
Taiwan
dan
menyatakan
komitmennya
untuk
“menolak
pencaplokan
atau
pelanggaran
batas.”
Kementerian
Pertahanan
Nasional
Taiwan
mengatakan
bahwa
90
pesawat,
termasuk
pesawat
tempur,
helikopter,
dan
pesawat
tak
berawak,
terlihat
di
dalam
zona
identifikasi
pertahanan
udara
Taiwan.
Rekor
dalam
satu
hari
itu
menghitung
pesawat
dari
pukul
5:02
pagi
hingga
4:30
sore.
Kementerian
itu
juga
mengatakan
lalu
lintas
pelayaran
beroperasi
seperti
biasa.
[my/uh]