China
membela
diri
terhadap
tuduhan
bahwa
negara
itu
membanjiri
pasar
Thailand
dengan
barang-barang
murah
dan
merugikan
bisnis
lokal.

Dalam
sebuah
unggahan
di
akun
Facebook
resminya
pada
tanggal
4
September,
Kedutaan
Besar
China
di
Thailand
menyebut
perdagangan
antara
kedua
negara
“saling
menguntungkan.”

“Hampir
80%
barang
yang
diimpor
Thailand
dari
China
adalah
barang
modal
dan
barang
setengah
jadi
yang
digunakan
untuk
produksi
dan
nilai
tambah
sebelum
diekspor,”
kata
pernyataan
tersebut.

Sebagian
besar
dari
apa
yang
disebut
sebagai
barang
murah
itu
“adalah
produk
yang
digunakan
dalam
kehidupan
sehari-hari,
makanan,
produk
kesehatan,
pakaian,
aksesori,
dan
lain-lain,
yang
jumlahnya
kurang
dari
10%
dari
total
nilai
barang
yang
diimpor
dari
China,”
imbuh
pernyataan
itu.

Pernyataan
itu
muncul
setelah
Thailand
mengumumkan
langkah-langkah
baru
untuk
memerangi
masuknya
impor
barang
murah
dari
China
yang
mengancam
sektor
manufakturnya.
Surat
kabar
Bangkok
Post
melaporkan
pada
28
Agustus
bahwa
wakil
perdana
menteri
dan
menteri
perdagangan
Thailand,
Phumtham
Wechayachai,
mengatakan
pemerintah
akan
membentuk
gugus
tugas
yang
terdiri
atas
28
lembaga
yang
akan
bertemu
setiap
dua
minggu
untuk
meninjau
dan
merevisi
peraturan
guna
mengekang
ancaman
dari
impor
barang-barang
murah
China
terhadap
ekonomi
Thailand
yang
sudah
lemah.

Federasi
Industri
Thailand
sebelumnya
memperingatkan
bahwa
barang-barang
China
yang
murah
dapat
menyebabkan
“tsunami”
di
Thailand
dan
di
kawasan
Asia
Tenggara,
dan
bahwa
pada
tahun
2023
produk
impor
berbiaya
rendah
tersebut
telah
menyebabkan
penutupan
hampir
2.000
pabrik
di
Thailand.

Pavida
Pananond,
profesor
bisnis
internasional
di
Sekolah
Bisnis
Thammasat
di
Universitas
Thammasat
di
Thailand,
mengatakan
barang-barang
China
yang
murah
atau
modal
China
sering
kali
terkonsentrasi
di
industri
e-commerce
dan
kendaraan
listrik
Thailand.
Meskipun
investasi
China
telah
meningkatkan
penanaman
modal
asing
di
Thailand,
hal
itu
juga
telah
mempersulit
banyak
perusahaan
lokal
yang
lebih
kecil
untuk
bertahan
hidup.

[lt/ab]

Source