Presiden
Prancis
Emmanuel
Macron
telah
meminta
parlemen
untuk
merundingkan
sebuah
koalisi
yang
luas
dengan “lembaga-lembaga
republik”
di
negara
tersebut.
Ia
berharap
dapat
mengakhiri
kebuntuan
setelah
hasil
pemilihan
Prancis
menunjukkan
ketidakpastian.

“Saya
meminta
semua
kekuatan
politik
yang
mengakui
diri
mereka
dalam
institusi
republik,
supremasi
hukum,
demokrasi
parlementer,
berorientasi
Eropa,
dan
pertahanan
kemerdekaan
Prancis,
untuk
memulai
dialog
yang
tulus
dan
jujur
untuk
membangun
mayoritas
yang
solid,
dan
menurut
definisi
pluralis,”
ujar
Macron.

Kesepakatan
tersebut
tampaknya
tampaknya
dibuat
untuk
mengeluarkan
partai
pimpinan
Marine
Le
Pen,
National
Rally
(RN)
yang
beraliran
ekstrem
kanan.
Kesepakatan
itu
juga
secara
implisit
tidak
mencakup
partai
sayap
kiri
Jean-Luc
Melenchon,
France
Unbowed
(LFI).
LFI
merupakan
bagian
besar
dari
aliansi
sayap
kiri
Front
Populer
Baru,
atau
NFP.

NFP
memiliki
kursi
terbanyak
di
Majelis
Nasional
pada
hari
Rabu
(10/7).
Kelompok
aliran
tengah
Macron
berada
di
urutan
kedua,
dan
RN
berada
di
urutan
ketiga.

Meskipun
sudah
menjadi
kebiasaan
bagi
Macron
untuk
meminta
kelompok
terbesar
di
parlemen
untuk
membentuk
pemerintahan,
ia
tidak
diwajibkan
untuk
melakukannya
oleh
konstitusi.

“Hal
terbaik
yang
dapat
ia
[Macron]
lakukan
untuk
negara
pada
tahap
ini
adalah
mengizinkan
kelompok
yang
memenangkan
kursi
terbanyak,
Front
Populer
Baru,
untuk
memerintah.
Intrik-intrik
lain
akan
benar-benar
bermasalah
dan
berbahaya
bagi
demokrasi,”
ujar
anggota
NFP,
Eric
Coquerel.

Pemerintahan
Perdana
Menteri
Gabriel
Attal
akan
tetap
berkuasa
seiring
dengan
semakin
dekatnya
pelaksanaan
Olimpiade
di
Paris.
Kelompok
sentris
Attal
di
parlemen
sedang
mencari
penggantinya.

Dengan
menjadi
blok
terbesar
di
Majelis
Nasional,
kelompok
kiri
Prancis
ingin
mengusulkan
perdana
menteri
baru.

“Presiden
menolak
untuk
mengakui
hasil
dari
kotak
suara,
yang
menempatkan
Front
Populer
Baru
di
depan
dalam
hal
suara
dan
kursi,”
kata
Melenchon
dalam
sebuah
unggahan
di
media
sosial.

Hingga
merilis
suratnya
pada
hari
Rabu,
Macron
tetap
bungkam
sejak
pemilihan
dan
pergi
untuk
menghadiri
KTT
NATO.

Aliansi
NFP
yang
beraliran
kiri
telah
mengatakan
bahwa
mereka
akan
mengusulkan
kandidat
perdana
menteri
pada
akhir
minggu
ini.
Setiap
calon
harus
menghadapi
mosi
percaya
dari
parlemen.

[my/uh]

Source