Militer
Israel,
Kamis
(4/7)
merilis
video
yang
menunjukkan
apa
yang
mereka
katakan
sebagai
langkah
mencegat
empat
roket
yang
ditembakkan
dari
Lebanon
ke
Israel.

Kelompok
Hizbullah
di
Lebanon
mengatakan
telah
meluncurkan
lebih
dari
200
roket
ke
arah
beberapa
pangkalan
militer
Israel
sebagai
pembalasan
terhadap
serangan
yang
menewaskan
salah
seorang
komandan
senior
mereka.

Serangan
oleh
kelompok
militan
yang
didukung
Iran
itu
merupakan
salah
satu
yang
paling
luas
dalam
konflik
di
sepanjang
perbatasan
Israel-Lebanon
yang
sudah
berlangsung
beberapa
bulan.
Ketegangan
semakin
memuncak
dalam
beberapa
minggu
terakhir
ini.

Militer
Israel
mengatakan
“beberapa
proyektil
dan
target
udara
y
ang
mencurigakan”
telah
memasuki
wilayah
mereka
dari
Lebanon,
banyak
di
antaranya
berhasil
dicegat.
Belum
ada
laporan
soal
korban
jiwa
atau
cedera.

Militer
Israel
mengatakan
ada
sekitar
160
“proyektil”
yang
dilancarkan
ke
wilayah
pendudukan
Dataran
Tinggi
Golan
dan
lebih
dari
15
pesawat
nirawak
ke
wilayah-wilayah
lain
di
Israel.
Tetapi
militer
berhasil
mencegat
sebagian
diantara
proyektil
itu.

Api dan asap mengepul setelah roket yang diluncurkan dari Lebanon selatan menghantam wilayah di Israel utara, 4 Juli 2024. (Jalaa MAREY / AFP)

Api
dan
asap
mengepul
setelah
roket
yang
diluncurkan
dari
Lebanon
selatan
menghantam
wilayah
di
Israel
utara,
4
Juli
2024.
(Jalaa
MAREY
/
AFP)

Kantor
berita
yang
dikelola
pemerintah
Lebanon,
National
News
Agency,
melaporkan
salah
satu
serangan
pesawat
nirawak
Israel
di
kota
perbatasan
Houla
menewaskan
sedikitnya
satu
orang.

Sementara
pesawat-pesawat
tempur
Israel
menembus
batas
suara
di
atas
ibu
kota
Lebanon
dan
daerah-daerah
lain
di
negara
itu.


Hizbullah:
Tak
Ingin
Perang,
Tapi
Siap
Jika
Harus
Terlibat

Konflik
yang
relatif
kecil
diantara
Israel-Hizbullah
meletus
tak
lama
setelah
terjadinya
perang
di
Gaza.

Hizbullah
mengatakan
mereka
menyerang
Israel
sebagai
solidaritas
pada
Hamas,
kelompok
militan
lain
yang
beraliansi
dengan
Iran
dan
memicu
perang
di
Gaza
dengan
menyerang
bagian
selatan
Israel
pada
tanggal
7
Oktober
lalu.
Sekitar
1.200
warga
Israel
tewas
dalam
serangan
itu,
sementara
250
orang
lainnya
disandera.

Hizbullah
mengatakan
akan
menghentikan
serangan
ke
Israel
begitu
tercapainya
gencatan
senjata
di
Gaza.
Hizbullah
juga
telah
menegaskan
bahwa
meskipun
mereka
tidak
ingin
berperang,
tetapi
siap
jika
harus
terlibat.

Sementara
itu
pejabat-pejabat
Israel
mengatakan
mereka
dapat
memutuskan
untuk
perang
dengan
Lebanon
jika
berbagai
upaya
untuk
mencapai
solusi
diplomatik
gagal.

[th/em]

Source