Serangan rudal Rusia, Rabu (7/2) melukai orang dan merusak bangunan di beberapa wilayah Ukraina, termasuk Kyiv dan Mykolaiv, selagi angkatan udara Ukraina mengeluarkan peringatan serangan udara di seluruh negeri.

Wali kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan melalui Telegram bahwa sebuah gedung bertingkat tinggi dihantam, dan sedikitnya sembilan orang terluka di dua distrik berbeda di ibu kota Ukraina.

Serangan tersebut juga memutus aliran listrik di beberapa wilayah Kyiv.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, yang mengunjungi Kyiv, memposting di X bahwa ia memulai harinya pada hari Rabu (7/2) di tempat perlindungan di tengah alarm peringatan serangan udara.

“Ini adalah kenyataan sehari-hari (yang dihadapi) rakyat Ukraina yang pemberani, sejak Rusia melancarkan agresi ilegalnya,” kata Borrell.

Di kota selatan Mykolaiv, serangan Rusia melukai sedikitnya satu orang dan merusak 20 bangunan tempat tinggal. Jaringan pasokan gas dan air juga rusak, kata Wali Kota Oleksandr Senkevich melalui Telegram.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan dalam pidato malamnya pada hari Selasa (6/2) tentang pembentukan cabang militer baru yang berfokus pada drone.

Zelenskyy mengatakan sistem pesawat tak berawak “telah membuktikan keefektifannya dalam pertempuran di darat, di langit, dan di laut.”

Menghentikan serangan darat Rusia dan “penghancuran skala besar” terhadap pasukan Rusia dan peralatan mereka akan menjadi fokus utama program drone, kata Zelenskyy.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina semakin sering menggunakan drone untuk menarget wilayah-wilayah di Rusia, dan juga menyerang fasilitas angkatan laut Rusia di Krimea. [lt/ab]

Sebagian informasi untuk laporan ini berasal dari Agence France-Presse dan Reuters.

Source