
Jakarta (ANTARA) –
Hal itu ia katakan saat wawancara dengan ABC News tentang kapal selam turis Titan yang kehilangan kontak pada hari Minggu (18/6) waktu setempat.
Variety melaporkan pada Kamis (22/6), setelah perusahaan kapal selam OceanGate mengeluarkan pernyataan pada hari Kamis yang mengatakan bahwa lima orang yang tenggelam diyakini tewas, Cameron memberikan pemikirannya tentang tragedi tersebut sebagai anggota lama komunitas penyelam, yang telah melakukan 33 perjalanan ke Titanic sendiri.
Ia juga dikejutkan oleh kesamaan bencana Titanic itu sendiri, di mana kapten berulang kali diperingatkan tentang es di depan kapalnya, namun tidak mengindahkan peringatan dan meluncur dengan kecepatan penuh pada malam tanpa bulan sehingga mengakibatkan banyak orang meninggal.
“Bagi kami, ini adalah tragedi yang sangat mirip di mana peringatan tidak diindahkan. Berlangsung di lokasi yang persis sama dengan semua penyelaman yang terjadi di seluruh dunia, saya pikir itu sangat mencengangkan. Ini benar-benar tidak nyata,” katanya.
Baca juga: Tim internasional deteksi suara dalam pencarian kapal selam wisata
Mereka yang berada di kapal selam termasuk Nargeolet; pengusaha Inggris Hamish Harding; Pengusaha Inggris-Pakistan Shahzada Dawood dan putranya yang berusia 19 tahun, Suleman; dan CEO OceanGate Rush, yang mengemudikan Titan.
Kapal selam Titan, diciptakan oleh OceanGate Inc. untuk mengangkut lima orang sedalam 4.000 meter ke lokasi bangkai kapal Titanic. Kapal selam itu hilang pada hari Minggu di lepas pantai St. John’s, Newfoundland, setelah sistem komunikasinya mulai rusak satu jam 30 menit setelah turun.
Baca juga: Kapal selam penjelajah Titanic hilang, upaya penyelamatan dilakukan
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
COPYRIGHT © ANTARA 2023